Categories
Info

Tidak Puas dengan Motor Yamaha, Vinales Lupakan Gelar Juara

BARCELONA – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, hanya bisa finis di posisi kesembilan dalam gelaran MotoGP Catalunya 2020. Hal ini dalam akhirnya membuat Vinales ragu untuk bertarung memperebutkan gelar juara.

BARCELONA – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, hanya bisa sudah di posisi kesembilan dalam hamparan MotoGP Catalunya 2020. Hal tersebut pada akhirnya membuat Vinales ragu untuk bertarung memperebutkan gelar pendekar.

Dalam balapan yang dihelat di Sirkuit Montmelo tersebut, Vinales sebenarnya start dari posisi kelima. Akan tetapi, selepas start, Vinales terhalang oleh banyak pembalap lain di depan dan separuh kanan kirinya. Maka dari itu, Vinales tak bisa berbuat banyak.

Pada akhirnya, Vinales pun terlempar ke posisi 15. Namun, yang membuat Vinales gregetan adalah motor balap Yamaha dengan dikendarainya tak bisa digunakan buat menyalip pembalap lain. Menurut Vinales, YZR-M1 kekurangan daya untuk bisa menyalip pembalap di depannya.

Baca juga: Daftar Sementara Pembalap MotoGP 2021, Bagnaia & Zarco Tetap di Ducati

“Pada akhirnya, kami tahu bahwa kelemahan motor adalah saya tidak mampu menyalip siapa pun. Satu-satunya era saya melewati seseorang adalah di dalam tikungan lima melalui sisi sungguh, yang tidak terpikirkan untuk maju lewat di sana, ” perkataan Vinales, mengutip dari Tutto Motori Web , Kamis (1/10/2020).

“Tapi hei, itulah satu-satunya tempat yang beta bisa (untuk menyalip), dan di dalam tikungan tiga lewat sisi di. Nah, tidak banyak penjelasan teristimewa, pada akhirnya ketika saya sendirian saya pergi dengan cepat, ” sambung Vinales

Karena hal ini, Vinales pun putus asa untuk bisa bertarung memperebutkan menggelar juara. Menurutnya, Yamaha harus melangsungkan banyak pembenahan untuk bisa sejajar. Vinales sendiri saat ini menyimpan posisi ketiga klasemen sementara secara 90 poin. Ia tertinggal 18 angka dari Fabio Quartararo di puncak.

“Bertarung untuk gelar juara? Tidak seperti tersebut, tidak mungkin, keteraturan itu nihil. Kami harus memikirkan dengan hati-hati apa yang harus dilakukan, ” tegas Vinales.

(mrh)